Wednesday, February 3, 2016

Last posted that i've got

i don't know, no coment, i hope you always happy, thank you, and im sorry * i can't talk anything everything good for you *

Saturday, December 5, 2015

Cukup sekian

Ku terdiam sendiri
Merenungi suatu ketiadaan
Ketiadaan yang membuatku hampa

Kuingin berlari lari menari nari
Dan kupejamkan mata
Hingga esok hari kurasakan bahagia

Kau yang tlah sirna
Tapi hati ini mengisyaratkan sesuatu
Kisah yg tak kunjung usai
Yg kubendung untukmu

Lampauan hasrat ini
Kata demi kata tersirat didalam kalbu
Ingin kuucapkan seikat kata
Kau kau kauuu

Kaulah racunku
Kaulah pembunuhku
Mati kurasa hati ini
Kehilangan dirimu sekian lama

Sunday, November 22, 2015

Kepo kebo

Kenangan tak henti"nya
Membuatku kepo
Untuk apa sebenarnya
Dia datang dan pergi
Kau tancapkan mawar
Kuhirup wangi lalu kau cabut

Ku tak ingin mengenangmu
Tapi ku selalu kepo
Lalu untuk apa
Lalu mengapa otak ini

Ohhh kepo kepo
Kau bagaikan kebo kebo
Yang tak punya otak



Tuesday, September 1, 2015

Burung bersayap patah

Burung bersayap patah dipatahkan sang cinta
Terbang kesana kemari dengan luka tak dmengerti
Merasakan kesakitan yang tak tau darimana

Tergeleng geleng tak percaya
Terlunta lunta tak tentu arah
Terpagar jatuh menyentuh tanah
Tak tahu tak bisa terbang masih mencoba untuk terbang

Jatuh kembali bangkit kembali
Menahan sakit burung bersayap patah

Berkaca kaca mata batin seolah ingin berbicara
Mulutpun ikut patah sayapnya pun ikut patah
Kau kemana sajaaaaaa .....
Aku telah lama disinii ...

Dimensi waktu yang begitu sempit
Menyentuh sesuatu dan jatuh kembali
Terbukalaaahhhh ia geram setengah mati

Monday, June 29, 2015

Tak berlogika

Yang mana amarah bergejolak
Racun itu telah merajalela
Hampaaaaaa hati , tuhan peluk aku .

Belum kutemui dimana tuhanku
Tak bisa kusentuh
Tak bisa kuberpegang
Ditengah tengaahhh 
Putiiiihhhhhhhh
Tangiiisaaaannn ituuu
Sediiiiiiihhhhhhhhh

Kepekaan ini membawa kurusak hati
Ku robek robekk hati tak pernah tercapai
Sakitttttttttt
Tak bisa kugapaaiii
Tak bisa kubunuuhhhhhh

Lagi lagi kubencii puisi ini
Puisi yang terikat dalam tulisan darah


Monday, June 15, 2015

Tak mengerti

Kumenunggu kedatangan diriku yang dulu
Kupakai saat tiba waktunya
Kurasakan kepenatan dalam menunggu
Tapi kusabari diri ini , entah kepastian yang mana
Yang akan membawaku pada kebaikan
Istikharah jawabannya
Akan kulakukan pada saat yang tepat

Oooohhhhh .... Pahit
Ketika kehidupan ini terbalik 180 derajat
Yang susah jadi senang
Yang senang jadi susah
Yang senang tak mengerti
Yang susah penyesalan

Kedewasaan seperti apa yang kau anggap dewasa
Kini ku selalu salah mengartikan
Kehidupan mengajariku tentang kedewasaan
Yang selalu mengajarkan ku tentang kesalahan kedua
Tapi ku terlalu naif ku acuhkan itu dan kembali lagi

Kedewasaan yang mana yang kudapat
Hanya kebodohan yang tak tau sampai kapan kusadari .

Thursday, May 28, 2015

Puisi bukan puisi

Ku bagaikan mentuhankan seseorang untuk kehidupan ini
Tuhankupun cemburu atau aku yang tak tahu arti cemburu
Tak bisakah aku melihat seisi dunia
Hanya sekecilkah dunia ini sehingga ku mentuhankan dia
Bak tuhan yang hidup sebagai penolongmu
Aku berlebihan menilai hidup ini
Dimanakah perasaanku ? Hilangkah perasaanku

Ohhh tuhan aku tak tau kau dimana
Tapi aku merasa kau dekat denganku
Aku bimbang akan hidup ini
Ingin ku berlari kemana ... Kemanapun tak ada
Tak akan pernah sampai ke titik perspektif

Pencapaianku seperti tak berarti selama ini
Seperti hilang setelah kudapatkan
Batin ...
Kau ciptakan sebuah batin dihatiku hanya untuk merasakan
Kegelisahan yang tak kunjung usai
Kau ciptakan empedu hitam dihatiku
Racun yang membuat diriku merasa pedih

Inilah aku
Aku yang kau ciptakan
Aku yang kau hidupkan
Setelah sekian lama belum menemui arti lembaran baru
Kau pencipta suasana
Hidupku bagaikan tak adil menjalani ini

Puisi ini
Atau bukan puisi
Menceritakan sebuah rahasia batin
Yang kau ciptakan
Entah adakah seseorang mengerti
Atau pendaman ini yang akan kubawa mati
Dan tak akan ada yang tahu